jakarta,Sejak pertama kali diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Agustus 2017 lalu, Mitsubishi mengklaim produk terbarunya, Xpander, telah terpesan hingga lebih 23 ribu Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Menurut Chief Operating Officer Mitsubishi Corporation Trevor Mann, dengan tingginya pemesanan Xpander, hal itu membuat Mitsubishi dapat meningkatkan produksi.

“Untuk merespons jumlah permintaan konsumen yang signifikan terhadap Xpander kami menerapkan shift kedua di pabrik ini, satu bulan lebih cepat,” ungkap Trevor di pabrik Mitsubishi di kawasan GIIC, Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017).

Penambahan shift untuk pengerjaan Mitsubishi Xpander disebut sebagai bukti potensi besar, baik untuk pasar Indonesia maupun wilayah Asean.

Tak hanya itu, Mitsubishi Xpander direncanakan menjadi kendaraan Mitsubishi Motors pertama yang diekspor dari Indonesia pada awal 2018.

Trevor mengatakan, alasan ekspor Xpander dijual ke luar negeri lantaran Mitsubishi tak mau mengandalkan penjualan di pasar domestik yang tergantung pada kondisi ekonomi dalam negeri.

“(Ekspor) Regional ASEAN, seperti Filipina dan Thailand. Tidak menutup kemungkinan ke negara-negara lain. Angka tidak bisa kami sebutkan, tapi pasar Indonesia cukup siginifikan,” tuturnya.

Kapasitas pabrik yang memproduksi Xpander mencapai 80 ribu unit per tahun. Namun, karena produksi baru dimulai pada September 2017, Xpander yang akan dibuat belum maksimal, yaitu hanya 12 ribu unit hingga akhir Desember 2017.

Selain menggenjot produksi, Mitsubishi juga menyiapkan ratusan dealer baru guna menarik konsumen dan penyebarannya. Mitsubishi menargetkan 120 dealer hingga akhir tahun fiskal atau Maret 2017.

By | 2017-10-13T15:36:26+00:00 Oktober 13th, 2017|mitsubishi xpander jakarta|0 Comments

Leave A Comment